Juli 14, 2014

Singapura, Etika dan Matematika

Ini adalah kisah perjalanan tiga pengembara yang ingin menaklukkan daratan raja rimba [harimau malaya, singa laut hingga semenanjung pulau Santosa]. Pengalaman pertama kami melancong di negeri orang. Suatu malam menjelang midnight, kami masih berada di kawasan Orchard Singapura, hendak pulang menuju penginapan. Karena stasiun MRT cukup jauh dari tempat kami bermalam, kami putuskan untuk mencoba bus SBS Transit atau juga SMRT. Sesampainya di halte, kami segera mencari map. Setelah dipastikan ada rute bus yang langsung menuju lokasi tempat kami bermalam, disaat itulah kami putuskan untuk menunggu. Selang berapa lama bus yang kami tunggu pun datang. Kami turut mengantre dengan tertib seperti penumpang yang lain. Sembari mengantri, iseng-iseng saya perhatikan beberapa penumpang didepan saya, setiap kali hendak menaiki bus, mereka menggunakan ‘kartu sakti’ yang ditempelkan pada alat khusus yang terletak di sisi kanan-kiri pintu masuk bus sehingga berbunyi “tiiiiitt..” dan pada...

April 18, 2014

The Power of Knowledge

Rangkuman kisah The Power of Knowledge ini bersifat sangat-sangat subjektif, artinya sesuai dengan pengamatan dan selera penyusun. Konon, sejarah itu tergantung siapa penulisnya. Kisah The Power of Knowledge (i-step RAMP IPB 2010) ini ditulis secara kronologis (memperhatikan urutan waktu), tetapi adakalanya tidak demikian, supaya ada semacam dialogis dan urutan logis berjalannya cerita. Kisah ini juga mengeliminir tulisan-tulisan yang dapat ditafsirkan sebagai suatu semangat atau motivasi untuk bisa terus berprestasi dimanapun kita berada. Sebab buku The Power of Knowledge ini adalah sebuah gagasan untuk mengembangkan kreatifitas diri, menuangkan ekspresi, latihan mengendapkan emosi, belajar mengendalikan diri, memberikan bekal dan pengalaman dalam membawa ide atau solusi teknologi sampai menjadi suatu usaha atau kegiatan yang menciptakan nilai di masyarakat. Perkembangan dunia usaha tengah gencar-gencarnya mengkampanyekan teknologi ramah lingkungan, teknologi terbarukan. Teknologi...

About Me

Robbi Habibi, S.Si lahir di Rembang tanggal 17 Agustus 1987. Pendididkan yang ditempuh adalah SD N 01 Lengkong (2000), SMP N 2 Rembang (2003), SMA N 3 Rembang (2006), pada bulan mei 2011 telah disematkan gelar Sarjana Sains (Matematika) oleh Universitas Negeri Semarang (UNNES, Universitas Konservasi) dan sekarang tengah menempuh study master tingkat akhir pada jurusan yang sama di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Prestasi/kegiatan tambahan antara lain Juara Pertama Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) bidang lingkungan dalam Simposium Nasional Universitas Indonesia (2009), Finalis Lomba Karya Tulis Inovatif Produktif Mahasiswa (LKTIPM) Dinas Pendidikan Jawa Tengah (2009), Participant Pandan Internasional Workcamp Dejavato foundation (2010) Indonesia, Pelatihan i-step Recognition And Mentoring Program Institut Pertanian Bogor (2010). Organisasi BEM FMIPA UNNES (2006-2008), Forum Lingkar Pena Zona Sekaran Jawa Tengah (2009-2011). Penulis buku The Power of Knowledge (2010). Pengalaman...

April 14, 2014

Passport

Setiap saat mulai perkuliahan, saya selalu bertanya kepada mahasiswa berapa orang yang sudah memiliki pasport. Tidak mengherankan, ternyata hanya sekitar 5% yang mengangkat tangan. Ketika ditanya berapa yang sudah pernah naik pesawat, jawabannya melonjak tajam. Hampir 90% mahasiswa saya sudah pernah melihat awan dari atas. Ini berarti mayoritas anak-anak kita hanyalah pelancong lokal. Maka, berbeda dengan kebanyakan dosen yang memberi tugas kertas berupa PR dan paper, di kelas-kelas yang saya asuh saya memulainya dengan memberi tugas mengurus pasport. Setiap mahasiswa harus memiliki “surat ijin memasuki dunia global.”. Tanpa pasport manusia akan kesepian, cupet, terkurung dalam kesempitan, menjadi pemimpin yang steril. Dua minggu kemudian, mahasiswa sudah bisa berbangga karena punya pasport. Setelah itu mereka bertanya lagi, untuk apa pasport ini? Saya katakan, pergilah keluar negeri yang tak berbahasa Melayu. Tidak boleh ke Malaysia, Singapura, Timor Leste atau Brunei Darussalam....

Desember 08, 2012

Sensasi Rujak ice cream

Rujak adalah salah satu makanan yang familier di Indonesia. berbagai macam rujak dapat kita jumpai di negeri ini. Rujak cingur adalah salah satu makanan tradisional yang mudah ditemukan di daerah Jawa Timur, terutama daerah asalnya Surabaya. Rujak Gobet adalah salah satu makanan tradisional Jawa (Malang). Rujak ini biasanya di sajikan pada acara Telonan atau Tingkepan wanita yang sedang hamil. Rujak Juhi adalah irisan cumi asin yang ditambahkan pada rujak, rujak ini adalah makan khas betawi. Rujak bebek adalah variasi lain dari rujak buah, bahan dan bumbunya pun hampir sama dengan rujak buah.  Nahh, kalau yang satu ini sudah pasti tau kan? Rujak Ice Cream, wuuiiihhhh baru denger aja sudah meleleh rasanya dimulut, apalagi kalau pas menyantap yaaa?? hhhhmmm beeehhh pasti ajiiibbb dehhh :...